Minggu, 25 Maret 2012

DARI NEOLIBERALISME MENUJU GLOBAL WARMING


Masyarakat awam mungkin belum paham apa yang dimaksud oleh neoliberalisme. Secara garis besar neoliberalisme merupakan suatu sistem ekonomi yang menggunakan badan internasional untuk kepentingan pemilik modal. Di Indonesia isu ini semakin hangat diperdebatkan, terutama di kalangan politik maupun pemerintahan. Pengusaha asing bebas berinventasi di Negara kita, dan bahkan pemerintah membuat Undang-Undang yang secara tidak langsung berisi atas keberpihakkan kepada pengusaha asing. Tanpa kita sadari bahwa dampak dari neoliberalisme ini bukan hanya menimpa pengusaha nasional kita, tapi juga lingkungan di sekitar kita.
Mengapa demikian?
Karena dengan masuknya pengusaha asing ke Indonesia dan memproduksi barang yang mengandung bahan berbahaya bagi lingkungan, akan semakin memperburuk kondisi bumi kita. Salah satu dampaknya adalah efek rumah kaca, yang merupakan gejala meningkatnya suhu bumi akibat terperangkapnya cahaya matahari di dalam atmosfer bumi. Hal ini disebabkan karena bumi tidak dapat memantulkan kembali sinar matahari yang sampai ke bumi. Naiknya suhu bumi tersebut disebabkan oleh peningkatan karbondioksida (CO2) dalam atmosfer. Dalam hal ini pengusaha asing memproduksi barang-barang yang menggunakan gas berbahaya. Seperti AC, spray, deodorant spray, cfc, parfume, dll yang dapat melubangi lapisan ozon sehingga cahaya matahari dapat langsung sampai ke bumi, hal ini berbahaya bagi kesehatan makhluk hidup. Selain itu juga, banyak pengusaha asing yang berinventasi dan membangun bisnis properti atau pengembang lahan.
Di Jakarta kini sangat sulit menemukan lahan tanah yang bagus dan jauh dari jangkauan para pengembang rumah. Rumah-rumah megah dan gedung-gedung bertingkat berjejer dimana-mana, sehingga mengurangi masuknya resapan air ke dalam tanah akibatnya sering terjadi banjir dimana-mana. Dan contoh lainnya yaitu penebangan hutan secara liar, sehingga menyebabkan hutan yang berfungsi sebagai  penghasil oksigen yang dalam prosesnya tumbuhan memerlukan karbondioksida, proses tersebut dapat mengurangi kadar CO2 dalam udara.
Penggunaan tissue dan kertas secara tidak efektif pun dapat menimbulkan kerusakan lingkungan karena bahan dasar pembuatan tissue dan kertas adalah serat kayu dan kalau tissue makin sering digunakan akan terjadi penebangan hutan secara besar-besarn, dan dapat merusak ekosistem yang berada di dalam hutan. Semakin seringnya  kita memproduksi bahan-bahan tersebut, semakin mempercepat hancurnya bumi kita.
Seharusnya diperlukan peran pemerintah dalam menangani permasalahan ini, bukan hanya dengan slogan atau ajakan dalam mengurangi efek rumah kaca, tapi juga bukti nyata dari bentuk kepedulian pemerintah terhadap pemanasan global ini. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya, pemerintah malah dengan sengaja membiarkan para pengusaha asing tersebut leluasa menjajahi bumi kita, dengan di buatnya Undang-Undang bagi pemilik modal yang berinventasi di Indonesia.
Satu rangkaian peristiwa antara pengaruh neoliberalisme dengan global warming.
Dari masuknya kebijakan neoliberalisme dan kini menuju pemanasan global yang sudah dapat kita rasakan dampaknya saat ini.
Kehancuran bumi kita sudah di depan mata, akankah kita dapat menghentikannya?!


STOP GLOBAL WARMING !
STOP PRAKTEK KEBIJAKAN NEOLIBERALISME !

@Paulin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar